Penyakit Pada Ikan Lele

Dalam pemeliharaannya ikan lele tidak lepas dari serangan hama dan penyakit. Hal ini dapat menjadi ancaman yang serius karena dapat mempengaruhi kualitas dan kuantitas lele yang akan dipanen sehingga hal tersebut harus diantisipasi dan ditanggulangi. Kurang pengetahuan terhadap penyakit yang menyerang ikan lele dapat menyebabkan kegagalan dan kerugian dalam pembudidayaan ikan lele saat dipanen. Untuk itu berikut penjelasan penyakit yang dapat menyerang ikan lele:
penyakit pada ikan lele
1. Bintik putih
Penyakit pada ikan lele yaitu munculnys bintik putih ini disebabkan adanya protozoa atau bakteri yaitu dari jenis ichhtyphyirus multifilis. Penyakit ini disebabkan karena buruknya kualitas air, suhu air yang terlalu dingin, dan penebaran ikan yang terlalu padat. Untuk mengatasinya dapat dilakukan dengan mengambil ikan yang terinfeksidan mati kemudian menaburkan garam secukupnya, lalu melakukan sanitasi yang rutin terhadap kolam ikan selama 2-3 hari.

2. Penyakit jamur
Penyakit pada ikan lele ini ditandai dengan munculnya serabut seperti kapas yang berwarna putih, dimana penyakit ini menyerang semua jenis ikan air tawar yang sakit, ikan yangsedang dalam kondisi lemah, dan ikan yang terluka. Cara untuk mengatasi penyakit jamur ini adalah dengan mencampur bahan-bahan antara lain: 1 botol cuka, 5 liter air bersih, dan garam dapur sebanyak 1kg per 25 m2 kemudian menyiramkan bahan yang sudah dicampur tersebut pada kolam.

3. Penyakit cacar
Penyakit ini ditimbulkan oleh infeksi bakteri pseudomonas dan aromonas yang ditandai munculnya borok pada badan ikan yang berlanjut sampai rusaknya limpa, hati dan daging ikan. Penyakit ini merupakan penyakit terganas pada ikan lele untuk itu pencegahan labih diutamakan daripada mengobati ikan yang terluka. Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan mencampur bahan antara lain garam, mengkudu, dan tumbukan daun papaya mentah kemudian menyiramkannya pada kolam.

4. Penyakit parasit
Penyakit parasit ini merusak insang dan kulit ikan lele sehingga menyebabkan pernapasan ikan lele terganggu. Ikan lele yang terkena parasit ditandai dengan keluarnya lendir dari ikan, menguncupnya sirip, warna ikan yang berubah menjadi pucat,dan turunnya nafsu makan sehingga sering menggantungkan diri dipermukaan air. Cara mengatasi penyakit tersebut dapat menggunakan entro fish, caranya dengan mencampur entro fish dengan air kedalam baskom, kemudian masukkan pakan ikan, setelah tercampur lalu jemur campuran bahan tersebut sampai berkurang kadar airnya. Pakan ikanpun siap diberikan sebagai obat dengan frekwensi 4 kali sehari.

Untuk pencegahan penyakit pada ikan lele perlu dilakukan agar peternak tidak gagal dalam usaha pembudidayaan ikan lele. Pengontrolan kebersihan, suhu, dan oksigen pada air penting dilakukan disamping mengatasi penyakit yang sudah ada dengan menggunakan bahan alami seperti garam, mengkudu, dan tumbukan daun papaya.

Cara Pemeliharaan Ikan Lele

Keberhasilan dalam pembudidayaan ikan lele sangat dipengaruhi oleh cara pemeliharaan ikan lele yang baik dan benar. Setelah kita mempelajari cara mengawinkan ikan lele selanjutnya telur telur hasil pemijahan di biarkan ditelakkan kolam, telur akan menetas 18-24 jam pasca pemijahan tergantung kualitas ikan dan suhu pada kolam. Hal yang harus diperhatikan dalam pemeliharaan telur dan larva ikan lele antara lain:
cara pemeliharaan ikan lele
1. Menjaga kondisi air pada kolam
Agar pemeliharaan ikan lele ini berhasil maka suhu air kolam harus sesuai dan oksigen yang terdapat pada air kolam harus tercukupi. Semakin tinggi suhu pada air akan mempercepat penetasan telur ikan lele menjadi larva, tetapi sebenarnya telur lele dapat menetas menjadi larva pada suhu optimum yaitu 29-310 C. Selama penetasan telur juga membutuhkan oksigen yang cukup, hal ini dapat dilakukan secara alami dengan mendekatkan telur pada permukaan air yang memiliki kandungan oksigen paling tinggi.

2. Mencegah dari serangan penyakit
Selama penetasan telur kondisi air sebagai media penetasan harus dijaga karena embrio pada telur semakin berkembang dan membesar. Serangan penyakit pada telur dan larva dapat dicegah dengan cara mengendapkan air yang akan digunakan untuk penetasan selama 3-7 hari sebelum digunakan, menabur zat anti jamur kedalam media penetasan, dan menggunakan air yang bersih dari sumber mta air maupun dari air sumur.

3. Pemberian pakan pada larva
Larva hasil penetasan sebenarnya masih membawa cadangan berupa kuning telur dan butir minyak yang bermanfaat untuk proses perkembangan organ tubuhnya. Sejalan dengan berkembangnya organ tubuh sang larva cadangan makanannyapun juga akan habis yaitu setelah larva berumur 3 hari, baru larva ikan lele diberi makanan. Makanan yang diberikan pada larvapun disesuaikan dengan kondisinya contohnya emulsi kuning telur, pada saat usia larva 6 hari diberikan pakan berupa daphnia sp (kutu ir), tubifex sp (cacing sutra), atau artemia sp. Pakan diberikan dengan frekwensi 5 kali sehari dan diusahakan tidak ada pakan yang tersisa agar air kolam tidak kotor.

Demikian cara pemeliharaan ikan lele dari setelah pemijahan atau perkawinan sampai menjadi larva, agar telur dapat menetas dengan baik dan cepat menjadi larva dan siap untuk dibesarkan dalam kolam.

Cara Pembesaran Ikan Lele di Kolam Semen

Dalam pembesaran ikan lele di kolam semen akan lebih bagus jika kolam tersebut didesain supaya ikan lele yang terdapat didalamnya aman dalam kondisi apapun misalnya saat musim hujan dating ikan tidak hanyut.
cara pembesaran ikan lele
Kita dapat mendesain kolam semen dengan cara meninggikan dinding kolam 25cm diatas permukaan tanah, beri pipa pada salah satu dinding sebagai lubang pelimpasan air agar saat hujan lebat dating air tidak luber, pasanglah pecahan genteng atau batu yang disusun sebagai tempat persembunyian lele, dan tutuplah kolam dengan bambo yang dianyam agar lele tidak dapat melompat keluar. Jika kolam tersebut masih baru maka harus dinetralkan terlebih dahulu dengan cara merendam serabut kelapa secukupnya kedalam kolam selama 2-3 hari.

Setelah itu bibit ikan lele di sebar kekolam semen tersebut, untuk mendapatkan ikan lele yang layak konsumsi dibutuhkan waktu sekitar 4-6 bulan dengan berat 200-300 gram maka ada hal yang harus diperhatikan diantaranya: makanan yang diberikan pada lele, kondisi air pada kolam, serta jauhkan lele yang ada pada kolam dari gangguan hama dan penyakit, yang akan dibahas sebagai berikut:

1. Pemberian pakan pada ikan lele
Makanan yang baik untuk ikan lele adalah yang utama adalah pakan banyak mengandung protein, selain itu pakan juga harus mengandung karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral. Sedang untuk pakan tambahan dapat berupa keong atau ayam tiren. Untuk ikan yang masih kecil harus lebih sering diberi makan. Sedang untuk ikan yang sudah besar dapat diberi makan dengan frekwunsi 2-3 kali sehari. Untuk pemberian makanan diusahakan agar tidak telat atau kurang karena lele bersifat kanibal sehingga lele yang besar bias memakan lele yang kecil.

2. Pengelolaan air
Pengelolaan air dapat yang baik dapat diketahui dari ada tidaknyanya bau busuk pada air kolam. Jika ada bau busuk berarti adanya timbunan ammonia atau hidrogensulfida dari bekas pakan yang tidak habis di dasar kolam. Jika bau tersebut muncul buang sepertiga air yang paling bawah dari kolam dan isi dengan yang baru. Jika pemberian pakan dilakukan dengn sering maka penggantian air juga harus sering dilakukan.

3. Pengendalian Hama Dan Penyakit
Hama yang dapat menghantui pembesaran ikan lele antara lain: ular, musang air dan burung. hama tersebut dapat dicegah dengan kita memasang anyaman bamboo pada bibir kolam. Sedangkan penyakit pada ikan lele tersebut dapat berasal dari bakteri, virus maupun protozoa yang dapat mengakibatkan lele mengalami bintik putih, kembung dan luka baik pada kepala maupun ekor. Untuk mencegah penyakit tersebut dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan pengelolaan air pada kolam.

Demikian beberapa cara pembesaran ikan lele yang dapat kita praktekan agar lele yang dihasilkan berkualitas, sehat dan menghasilkan panenan ikan lele yang melimpah. Kalau manusia saja dapat tumbuh menjadi besar karena makan yang bergizi, menempati rumah yang bersih, dan menjaga kesehatan tubuh begitu juga hewan seperti lele ini.

Cara Mengawinkan Ikan Lele

Cara mengawinkan/ pemijahan ikan lele saat ini ada yang dilakukan secara alami, semi buatan dan buatan. Pemijahan alami dilakukan dengan memasukkan lele kedalam kolam yang telah disiapkan secara berpasangan, pemijahan dengan semi buatan dilakukan dengan menyuntikkan hormon hipofisa, sedang pemijahan buatan dilakukan dengan cara menyuntikkan hormon gonadotropin kepada induk betina ikan lele.
cara mengawinkan ikan lele
Hal yang harus diperhatikan dalam proses mengawinkan ikan lele adalah memilih induk jantan dan betina yang akan dikawinkan. Sepasang induk ikan lele yang akan dikawinkan harus dari kualitas unggul, sama besar, dan telah matang gonad. Adapun ciri-ciri lele berkualitas unggul antara lain: berumur 1-2 tahun, gemuk dengan berat 1 kilo bahkan lebih, tidak terdapat cacat pada bagian tubuhnya, gerakannya lincah dan pertumbuhannya tidak tertinggal dari saudaranya. Sedangkan lele yang telah matang gonad memiliki ciri: pada lele jantan alat kelaminnya membesar berwarna kemerahan dan terdapat bintik putih dan pada lele betina perutnya membesar dan lembek, lubang kelaminnya membesar dan memerah lalu jika kita urut dari perut sampai anus akan keluar telur.

Berikut akan dibahas secara lebih terperinci cara mengawinkan ikan lele dengan cara alami, semi buatan dan buatan, diantaranya:

1. Cara mengawinkan ikan lele dengan cara alami
Hal yang pertama kita lakukan untuk mengawinkan ikan lele secara alami adalah mengkondisikan kolam yang akan digunakan untuk mengawinkan ikan lele tersebut. Siapkan kolam dengan panjang 2-3 m, lebar 1-2 m dan kedalaman 1 m, setelah itu buat kakaban dari ijuk yang dijepit bambu sesuai ukuran kolam agar telur tidak berhamburan keluar, air yang digunakan harus bersih dan jernih. Setelah itu masukkan indukan kedalam kolam pemijahan dan tutup kolam agar indukan tidak bias meloncat keluar dari kolam dan berikan makanan yang bergizi selama proses pemijahan.

Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari, setelah selesai telur bisanya menempel pada kakaban, telur yang berhasil dibuahi berwarna transparan, sedang yang gagal berwarna putih susu. Setelah proses pemijahan selesai pisahkan induk dengan telurnya, karena setelah pemijahan induk akan merasa lapar dan ditakutkan akan memakan telur sendiri. Telur yang selesai dibuahi selanjutnya dipindah ke tempat lain seperti akuarium untuk tetaskan.

2. Cara mengawinkan ikan lele dengan semi buatan
Cara semi buatan dilakukan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa kepada indukan ikan lele baik jantan maupun betina. Hormone hipofisa ini didapt dari donor yaitu ikan mas dan ikan ma situ sendiri. Caranya siapkan ikan mas dengan berat kurang lebih 0.5 kg, lalu potong ikan tepat dibelakang tutup insang secara vertical dan potong juga bagian kepala tepat dibawah mata secara horizontal lalu buang otak dan ambil kelenjar hipofisa. Lakukan hal tersebut terhadap beberapa ikan sampai dirasa hormone hipofisa cukup sesuai ikan yang akan di suntik. Masukkan kelenjar hypofisa kedalam gelas penggerus kemudian hancurkan lalu masukkan aquades 1cc dan aduk sampai rata, ambil kelenjar hipofisemenggunakan spuit dan suntikkan pada tubuh induk betina, lalu pindahkan induk ke kolam lain dan biarkan selama kurang lebih 10 jam.

3. Cara mengawinkan ikan lele dengan cara buatan
Cara mengawinkan ikan lele dengan buatan dilakukan dengan menyuntikkan hormone perangsang berupa ovaprim terhadap induk betina ikan lele. Ovaprin lebih praktis dari pada kedua cara diatas, namun hormone ini harganya mahal karena harus diimpor dari luar negeri Siapkan induk betina ikan lele yang sudah matang gonad, kemudian suntikkan 0,3-0.5 ml ovaprim untuk setiap kilogram induk, setelah itu pindahkan ke kolam lain dan biarkan selama 10 jam.

Demikian cara-cara yang dapat digunakan untuk mengawinkan ikan lele. Pembaca dapat memilih satu diantara tiga cara tersebut yang memang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing yang tentunya disesuaikan dengan ketersediaan dana dan sarana yang ada.

Cara Membuat Kolam Semen Ikan Lele

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang sangat digemari oleh banyak orang. Ikan dengan dua sungut ini tidak hanya dapat diolah menjadi berbagai masakan yang lezat tetapi juga mudah didapat dan harganyapun terjangkau. Sehingga banyak orang yang melirik untuk membudidayakan ikan lele tersebut. Pembudidayaaan ikan lele dilakukan secara bertahap meliputi: pembuatan kolam ikan lele,cara mengawinkan ikan lele, cara pemeliharaan ikan lele, pembesaran ikan lele, dan harus diperhatikan juga penyakit yang dapat menyerang ikan lele.
cara membuat kolam ikan lele
Jenis kolam yang dipakai untuk membuat kolam ikan lele ada bermacam- macam diantaranya kolam tanah, kolam semen, kolam terpal, keramba, dan jaring apung. Untuk menentukan kolam apa yang akan kita gunakan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan disekitar kita, dana dimiliki, dan ketersediaan tenaga kerja . Namun dalam artikel ini akan dibahas cara pembuatan kolam semen, mengingat kolam semen lebih aman, kuat, tidak mudah bocor, dan dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Kolam ikan lele tipe semen merupakan kolam yang bagian dasar dan dindingnya dibuat dari beton sehingga tidak mudah rusak. Kita dapat membuat kolam semen dengan ukuran yang diinginkan tentunya dengan mempertimbangkan jumlah ikan yang akan kita pelihara nantinya, selain itu tipe kolam ini mempermudah kita dalam mengontrol pengolahan air, mencegah masuknya serangan dari hama dan predator seperti ular dan menjaga ikan tidak mudah terbawa banjir.

Pembuatan kolam ikan lele tipe semen harus di desain agar mempermudah kita dalam mengisi air pada kolam dan saat pembuangan airnya untuk dibersihkan karena sistem pergantian ini akan sangat menentukan keberhasilan kita dalam proses pembesaran dalam pembudidayaan ikan lele. Cara membuat kolam semen untuk membudidayakan ikan lele:

1. Menentukan lokasi
Penentuan lokasi ini penting karena disesuaikan dengan besar atau kecilnya kolam yang akan dibuat. Lahan atau tanah yang digunakan harus rata, tidak mudah amblas dan lebih mudah kita jangkau, misal di halaman belakang rumah.

2. Pembuatan kolam
Pembuatan kolam kita mulai dengan mempersiapakan alat dan bahannya seperti semen, pasir, air, alat ukur dll. Untuk membuat kolam dengan luas misalnya 100 m 2 kita dapat membuat panjang kolam 30-40 m dengan tinggi 1-1,5 m. Untuk konstruksi dasar sebaiknya dibuat miring ke titik pusat pintu keluar air dengan menggunakan pipa PVC 3, pipa pengeluaran yang digunakan sebaiknya dapat mengeluarkan endapan lumpur baik dari sisa makanan maupun kotoran ikan.

Demikian artikel cara pembuatan kolam ikan lele tipe semen. Selain mudah di buat juga memudahkan kita dalam mengelola ikan dan dapat juga dijadikan kolam pemancingan. Jika setelah ikan lele dipanen dan kolam akan digunakan lagi tinggal di kuras kemudian diberi antibiotik lalu dikeringkan kurang lebih 2 hari, diisi air lagi maka satu minggu kemudian kolam sudah bisa dipakai kembali.